Pendidikan

Sabtu, 10 Juli 2010

manajemen

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
DI MTs NEGERI PIYUNGAN YOGYAKARTA













Oleh:

Gatot Kuncoro
NIM.: 06.233.661



TESIS


Diajukan kepada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Magister
dalam Ilmu Agama Islam Program Studi Pendidikan Islam
Konsentrasi Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam




YOGYAKARTA
2008



ABSTRAK

Tesis dengan judul “PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI MTs. NEGERI PIYUNGAN”, ini dilatarbelakangi oleh otonomi daerah yang merambat pada otonomi pendidikan dan lebih spesifik lagi pada otonomi sekolah. Otonomi sekolah memungkinkan peran kepala sekolah dan partisipasi warga sekolah lebih besar dalam menentukan kebijakan-kebijakan sekolah. MTs Negeri Piyungan adalah salah satu madarasah yang berusaha untuk mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), padahal ada istilah tersendiri untuk manajemen di madrasah, yakni Manajemen Berbasis Madrasah (MBM). Setelah sekitar setahun kebijakan ini diambil, terjadi gempa bumi yang merusak sebagian gedung sekolah sehingga proses pendidikan terganggu. Di samping itu, pemahaman SDM (stakeholder) yang ada tentang MBS sangat minim. Meskipun demikian, kepela madrasah tetap bertekad untuk menerapkan MBS di MTs Negeri Piyungan. Hal-hal itulah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang bagaimana sebenarnya Kepala MTs Negeri Piyungan menjalankan peran-perannya dalam implementasi MBS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam implementasi MBS di Madrasah Tsanawiyah Negeri Piyungan Yogyakarta. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung pelaksanaan MBS di Madrasah Tsanawiyah Negeri Piyungan Yogyakarta. Oleh karena itu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan tentang peran kepala sekolah dan tentang implementasi MBS, sebagai masukan bagi praktisi pendidikan pada umumnya, dan secara khusus bagi para kepala sekolah untuk menjalankan peran dan fungsinya dalam implementasi MBS.
Penelitian kualitatif ini mengkaji fenomena-fenomena di lapangan (di MTs. Negeri Piyungan). Metode-metode untuk melakukan riset ini adalah metode dokumentasi, metode in depth interview (wawancara mendalam), dan metode observasi partisipan. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bagian tata usaha, perpustakaan, dewan guru dan komite sekolah. Analisis data dilakukan secara berkesinambungan dengan berlandaskan pada teori Miles dan Huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pembahasan terhadap hasil analisis data dilakukan secara deskribtif kualitatif.
Berdasarkan proses penelitian yang penulis lakukan, implementasi MBS di MTs. Negeri Piyungan dapat dikategorikan masih dalam periode jangka pendek Pada tahap ini kepala sekolah mengajak seluruh staf dan komite sekolah untuk merumuskan visi dan misi madrasah dan bertanggung jawab terhadap kemajuan madarasah secara bersama-sama. Namun demikian kepala madrasah tidak tegas dalam mensosialisasikan implementasi MBS sehingga banyak stakeholder madrasah yang tidak memahami MBS secara detail.
Ada beberapa peran yang dijalankan oleh kepala sekolah yakni sebagai manajer, leader, fasilitator, mediator educator dan administrator. Dari peran-peran tersebut kepala MTs Negeri Piyungan lebih intensif pada kegiatan manajerial. Sebagai manajer kepala sekolah melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan, koordinasi, pengarahan dan kontrol serta evaluasi.
Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasi MBS di MTs. Negeri Piyungan antara lain kurangnya sosialisasi, SDM yang ada kurang memahami MBS, pelaksanaan administrasi keuangan tidak transparan dan partisipasi masyarakat atau wali murid dalam pelaksanaan pendidikan masih minim.
Adapun faktor-faktor pendukung implementasi MBS adalah wewenang/otonomi yang lebih besar dari pemerintah kepada madrasah, sosialisasi peningkatan mutu pendidikan dari pemerintah, bantuan anggaran pendidikan baik dari pemerintah maupun masyarakat (wali murid), kemauan warga sekolah untuk maju bersama-sama, dan partisipasi komite sekolah yang semakin aktif.



DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Pernyataan Keaslian ii
Nota Dinas Pembimbing iii
Halaman Pengesahan iv
Abstrak v
Kata Pengantar vii
Daftar Isi viii
BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar belakang 1
B. Rumusan Masalah 5
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 5
D. Kajian Pustaka 6
E. Kerangka Teoritik 10
F. Metodologi 14
G. Sistematika Pembahasan 19
BAB II : MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN PERAN KEPALA SEKOLAH

A. Manajemen Berbasis Sekolah .......................................................22
1. Konsep Dasar dan Sejarah MBS..............................................22
2. Karakteristik MBS...................................................................29
3. Implementasi MBS...................................................................37
4. Efektivitas, Efisiensi dan Produktivitas MBS..........................57
B. Peran Kepala Sekolah....................................................................69
1. Kepala Sekolah sebagai Manager............................................70
2. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin (Leader)...........................77
3. Kepala Sekolah sebagai Administrator....................................86
4. Kepala Sekolah sebagai Educator ...........................................88
5. Kepala Sekolah sebagai Fasilitator.........................................92
6. Kepala Sekolah sebagai Motivator...........................................93
7. Kepala Sekolah sebagai Supervisor.........................................94
8. Kepala Sekolah sebagai Innovator...........................................97

BAB III : GAMBARAN UMUM MTs NEGERI PIYUNGAN

A. Sejarah Perkembangan MTs N Piyungan 99
B. Letak geografis 101
C. Visi, Misi dan Tujuan ................................................................. 102
D. Struktur Organisasi 104
E. Keadaan Siswa, Guru, dan Karyawan 105
F. Kondisi Sarana dan Prasarana 111
BAB IV : IMPLEMENTASI MBS DAN PERAN KEPALA SEKOLAH DI MTs NEGERI PIYUNGAN

A. Implementasi MBS di MTs Negeri Piyungan 115
B. Peran kepala sekolah MTs. Negeri Piyungan 128
C. Faktor-Faktor Pendukung Implementasi MBS 158
D. Faktor-Faktor Penghambat Implementasi MBS 160
BAB IV : PENUTUP
A. Kesimpulan 162
B. Saran 164
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar